Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk <p>Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran (JAKK), Prefix DOI: 10.55018, e-ISSN: 2962-7133, p-ISSN: 2962-8245, diterbitkan oleh Lembaga Chakra Brahmanda Lentera adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari disiplin ilmu Kesehatan dan Kedokteran yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JAKK merupakan dari hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat terbaru, dan aplikatif dan bermanfaat terhadap kesehatan di masyarakat. JAKK menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset kesehatan dan kedokteran yang dapat diterapkan di masyarakat dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis kesehatan dan kedokteran kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan. Penerbitan Bulan Pertama di Bulan Juli dan Januari.</p> <p><strong>Tujuan jurnal </strong>adalah untuk menyebarluaskan publikasi ilmiah dalam pengabian kepada masyarakat yang dapat menjadi reverensi dan bahkan dapat menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan kesehatan dan kedokteran yang dapat diterapkan dan dirasakan langsung kepada masyarakat.</p> <p><strong>Fokus jurna</strong>l ini pada rumpun keilmuan kesehatan dan kedokteran.</p> <p><strong>Scope</strong> jurnal yang diterima diantaranya: Kesehatan Masyarakat, Kedokterani, Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Ilmu Pangan, Kesehatan Lingkungan, Farmasi dan Biomedik, Rekam Medis, Administrasi Rumah Sakit dan Kebijakan Kesehatan (ARS), Fisioterapi dan Terapi Modalitas Komplementer.</p> en-US jakk.candle@gmail.com (Febri ) jakk.candle@gmail.com (Lembaga Chakra Brahmanda Lentera) Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Peningkatan Perilaku Pencegahan KEK (Kekurangan Energi Kronik) Pada Ibu Hamil http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/42 <p>Masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia menjadi isu penting dalam bidang kesehatan karena masih tingginya AKI. Tujuan kegiatan melakukan salah satu upaya meningkatkan perilaku pencegahan KEK pada ibu hamil sehingga perilaku pencegahan KEK dapat terlaksana optimal di Puskesmas Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang perilaku pencegahan KEK. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi seputar KEK dan bahayanya serta bagaimana melakukan pencegahannya. Setelah dilakukan kegiatan, evaluasi dilakukan guna mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang pencegahan KEK telah ditangkap oleh peserta. Hasil perilaku pencegahan ibu hamil sebelum penyuluhan ditemukan hasil negatif yaitu 48 ibu hamil, sedangkan setelah penyuluhan ditemukan hasil negatif menurun yaitu menjadi 35 ibu hamil. Untuk hasil perilaku positif sebelum penyuluhan ada 52 responden, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 65 responden. Evaluasi dilakukan untuk mengungkapkan kesalahan atau kekurangan dalam edukasi tentang perilaku pencegahan KEK pada ibu hamil. Hasil penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi menunjukkan peningkatan perilaku ibu hamil dari negatif menjadi positif. Kegiatan edukasi tentang perilaku pencegahan KEK bisa berlangsung secara kontinyu dan dilakukan evaluasi pelaksanaannya secara berkala. Edukasi tentang perilaku pencegahan KEK pada ibu hamil harus disosialisasikan kepada semua pelaksana yang terlibat sehingga tidak ada kendala yang muncul dan kegiatan bisa berjalan dengan optimal.</p> Ratna Indriyani, Novita Anna Anggraini Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/42 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0000 Hubungan Kerjasama Tim Dengan Missed Nursing Care Di Ruang Rawat Inap http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/45 <p>Perawat merupakan tenaga kesehatan berperan penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit Salah satu tugas perawat adalah memberikan asuhan keperawatan tanpa terlewatkan atau tertunda (missed nursing care). Salah satu penyebab terjadi nya missed nursing care adalah kerjasama tim yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kerjasama tim dengan missed nursing care dalam perawatan pasien di rumah sakit. Penelitian cross-sectional ini kepada 61 perawat ruang rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MIISSCARE survey untuk mengukur kejadian missed nursing care dan nursing teamwork survey (NTS) untuk mengukur kerjasama tim. Teknik sampling yang digunakan penelitian ini adalah total sampling. Data dianalisis melalui tatistic deskriptif dan uji Spearman’s-Rho dengan alpha &lt;0,05 Hasil penelitian menunjukkan uji korelasi menunjukkan nilai p-value= 0,004 r= 0,359 bahwa ada hubungan antara kerjasama tim dengan missed nursing care, semakin baik kerjasama tim, maka akan semakin rendah kejadian missed nursing care. Perawat diharapkan mampu mempertahankan kerja tim dengan baik dan dapat mengikuti pelatihan kerjasama tim perawat.</p> Fachrur Razi Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/45 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0000 Efektifitas Pendidikan Kesehatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Pencegahan Stunting http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/46 <p>Stunting merupakan sindrom kegagalan pertumbuhan linier yang dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan fisik, penurunan perkembangan saraf dan fungsi kognitif, serta peningkatan risiko penyakit kronis di masa dewasa yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian pendidikan kesehatan mengenai MP-ASI terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting pada anak. Penelitian ini menggunakan metode pra experiment dengan desain one group pre and post-test. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita dengan usia dibawah 5 tahun. Besar sampel sebanyak 30 ibu yang dimbil dengan teknik total sampling. Intsrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan ibu terhadap stunting. Data dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon signed rank test, dengan level signifikansi ≤ 0,05. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting pada anak dengan usia dibawah 5 tahun sebelum dan setelah dilakukan intervensi pemberian pendidikan kesehatan mengenai MP-ASI dengan nilain p= 0.000. Pemberian pendidikan kesehatan tentang pemberian MP-ASI sangat penting diberikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap keberagaman pangan guna mencegah terjadinya stunting pada balita. Inovasi dari tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam pemberian pendidikan kesehatan terutama dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga dapat diakses secara luas oleh ibu yang memiliki balita. Pemberian pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai MP-ASI dalam pencegahan stunting pada balita.</p> Bayu Prabowo, Ratna Wardani Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/46 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0000 Gerakan Seribu Hari Pertama Kehidupan Terhadap Sikap, Perilaku, Dan Tingkat Kemandirian Tindakan Pencegahan Kejadian Stunting http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/48 <p>Kegagalan pertumbuhan dan ketidaksesuaian antara tinggi badan dengan umur pada masa kanak-kanak adalah bentuk kekurangan gizi yang paling umum akan dapat terlihat secara global, yang akan mengakibatkan terjadinya stunting. Stunting akan menghambat perkembangan potensi dan sumber daya manusia di seluruh masyarakat karena dampak jangka panjangnya pada fungsi kognitif, afektif dan psikomotor. [1]. Kejadian stunting dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat sejak sebagai calon pengantin, saat bayi dalam kandungan, bersalin, postpartum dan perawatan anak seteah lahir sampai masa golden periode (usia dibawah 2 tahun). Hasil penelitian Kamariyah tahun 2023 di wilayah kerja puskesmas Banyuurip Surabaya dengan hasil : masih ditemukan sebagian besar responden pada penelitian tersebut masih mempunyai tingkat pengetahuan, sikap, perilaku dan tingkat kemandirian mencegah kejadian stunting dengan predikat kurang. Sebagai bentuk dari hasil penelitian tersebut sebagai peneliti melanjutkan kegiatan tersebut dalam bentuk pengabdian kepada Masyarakat. Metode yang digunakan dengan melakukan gerakan pendampingan pemberian edukasi dan demonstrasi pada seribu hari pertama kehidupan pada ibu hamil dan ibu yang mempuyai anak usia sebelum 2 tahun. Waktu yang digunakan selama satu semester. Hasil yang di capai terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku dan tingkat kemandirian untuk mencegah stunting hampir seluruhnya (90%) terjadi peningkatan pengetahuan, hampir seluruhnya (92%) terjadi peningkatan sikap, dan 96% terjadi peningkatan perilaku, serta hampir seluruhnya (98%) terjadi peningkatan tingkat kemandirian untuk mencegah stunting. Gerakan seribu hari pertama kehidupan meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta kemandirian mencegah stunting. Saran diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan pengabdian kepada Masyarakat.</p> Nurul Kamariyah; Rahmadaniar Aditya Putri; Eppy Setiyowati, R. Khairiyatul Afiyah Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/48 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0000 Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/50 <p>Generasi muda adalah nasib bangsa dimana mereka dapat berbuat bermanfaat bagi negara, namun apabila masyarakat yang sudah matang 10-24 tahun tidak mengalami kemajuan sebagaimana mestinya maka bangsa akan mengalami kehilangan usia dan dinilai bahwa pada tahun 2020 hingga 2030 akan menjadi isu besar. bagi negara ini karena populasinya yang terus meningkat dan mentalitas seksual yang tidak terkendali, generasi muda tidak mengetahui tentang kesejahteraan konseptual. Metode aktivitas ini merupakan penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja dengan satu kali pertemuan. Terdapat remaja mengikuti aktivitas penyuluhan sebanyak 30 orang. Media yang digunakan leaflet, infokus, laptop serta pawer point. Hasil pengabdian di masyarakat, terdapat 60% responden dapat menjawab pertanyaan tentang kesehatan reproduksi pada remaja. Selain itu peserta juga berpartipasi untuk mengajukan pertanyaan pada materi. Mempertimbangkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pada remaja maka penting untuk dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja melalui penyuluhan sehingga bisa menerima informasi pengetahuan yang benar serta akurat mengenai kesehatan reproduksi dan dapat melalui masa pubertas dengan baik dan menghindarkan diri dari perilaku beresiko di kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah</p> Samsi Narti, Anne Rufaridah, Asmita Dahlan, Wuri Komalasari , Lailatul Husni, Lisna Khairani Nasution Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://jakk.candle.or.id/index.php/jakk/article/view/50 Wed, 31 Jan 2024 00:00:00 +0000